Rust dan Go Sama-sama Kuat, Lalu Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Beralih ke Rust?

Free website hits

Rust dan Go Sama-sama Kuat, Lalu Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Beralih ke Rust?

Rust dan Go Sama-sama Kuat, Lalu Kenapa Banyak Perusahaan Mulai Beralih ke Rust?
10 min read

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pemrograman backend dan sistem mengalami perubahan besar. Dua bahasa yang sering dibandingkan adalah Go (Golang) dan Rust. Keduanya sama-sama modern, cepat, dan banyak dipakai di perusahaan teknologi besar. Namun belakangan, muncul tren menarik: semakin banyak perusahaan mulai beralih atau menambahkan Rust dalam sistem mereka.

Pertanyaannya, jika Rust dan Go sama-sama kuat dan seimbang, kenapa Rust makin dilirik?

Artikel ini akan membahasnya dengan bahasa sederhana dan sudut pandang praktis.


Sekilas Tentang Go dan Rust

Go (Golang)
Go dikembangkan oleh Google dengan fokus utama:

  • Sederhana dan mudah dipelajari

  • Cepat untuk membangun layanan backend

  • Cocok untuk microservices dan cloud

Go terkenal karena sintaksnya yang ringkas dan proses development yang cepat.

Rust
Rust dikembangkan oleh Mozilla dengan fokus utama:

  • Keamanan memori

  • Performa setara C/C++

  • Mencegah bug berbahaya sejak awal

Rust dikenal lebih ketat, tetapi hasil akhirnya sangat stabil dan aman.


Jika Seimbang, Kenapa Rust Mulai Dipilih?

Jawabannya bukan karena Go buruk, tetapi karena kebutuhan perusahaan berubah.

Berikut alasan utama kenapa Rust makin banyak digunakan.


1. Keamanan Memori Jadi Prioritas Utama

Banyak bug kritis di dunia software berasal dari:

  • Memory leak

  • Buffer overflow

  • Data race

Go memang sudah cukup aman, tetapi masih mengandalkan Garbage Collector (GC).
Rust tidak menggunakan GC sama sekali, tetapi memakai sistem ownership dan borrowing.

Artinya:

  • Banyak bug dicegah saat compile

  • Aplikasi lebih aman sejak awal

  • Risiko crash dan exploit jauh lebih kecil

Untuk sistem skala besar, ini sangat penting.


2. Performa Tinggi Tanpa Kompromi

Rust menawarkan:

  • Performa mendekati C dan C++

  • Penggunaan memori lebih efisien

  • Latensi lebih stabil

Go sangat cepat untuk kebanyakan aplikasi, tetapi untuk:

  • Sistem low-level

  • Data processing berat

  • Network dan storage engine

Rust sering unggul.

Inilah alasan Rust banyak dipakai untuk:

  • Database engine

  • Blockchain

  • Sistem operasi

  • High-performance service


3. Biaya Jangka Panjang Lebih Efisien

Awalnya Rust memang:

  • Lebih sulit dipelajari

  • Development lebih lambat di awal

Namun dalam jangka panjang:

  • Bug lebih sedikit

  • Debugging lebih jarang

  • Sistem lebih stabil

Bagi perusahaan besar, biaya maintenance jauh lebih mahal dibanding biaya belajar di awal.


4. Dipilih untuk Bagian Sistem yang Kritis

Banyak perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan Go, tetapi:

  • Tetap pakai Go untuk service cepat

  • Pakai Rust untuk bagian yang sensitif

Contohnya:

  • Networking core

  • Security module

  • Performance-critical service

Rust sering dijadikan “fondasi aman” di bawah sistem besar.


5. Dukungan Industri Terus Meningkat

Rust saat ini digunakan oleh:

  • Google

  • Microsoft

  • Amazon

  • Meta

  • Cloudflare

Bahkan Linux kernel sudah mulai menerima kode Rust. Ini menandakan Rust bukan tren sesaat.


Apakah Ini Berarti Go Akan Ditinggalkan?

Tidak.

Go tetap:

  • Sangat populer

  • Mudah dipelajari

  • Ideal untuk startup dan microservices

Namun Rust hadir sebagai:

  • Solusi untuk masalah yang lebih kompleks

  • Pilihan ketika keamanan dan performa tidak boleh gagal

Banyak perusahaan sekarang menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.


Kesimpulan

Rust dan Go memang seimbang, tetapi:

  • Go unggul di kecepatan development

  • Rust unggul di keamanan dan performa jangka panjang

Perusahaan mulai beralih ke Rust bukan karena Go buruk, melainkan karena:

  • Sistem makin kompleks

  • Risiko makin besar

  • Kebutuhan keamanan makin tinggi

Rust menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang lebih ketat dan aman.

Recommended for you